By Ichwan
Kayaknya judul diatas sering banget jadi kajian para pasangan yang masih dalam status kekasih ataupun yang sudah melewati kehidupan perkawinan yang lebih dari satu dasawarsa. Gw sengaja angkat judul diatas setelah sempat gw tonton tayangan yang cukup membuat gw trenyuh. Judul tayangannya "Hati Nurani" dan disiarkan di Elshinta TV. Secara waktu itu seluruh stasiun televisi isinya cuma sinetron ga jelas pengumbar aer mata kadal wekekekeke...maka sambil gonta - ganti channel dan tanpa sengaja kepilihlah tuh Elshinta TV. Dan gw fikir, daripada nonton sinetron yang pemerannya doyan merem melek mendingan nonton kisah nyata keseharian yang menggugah nurani...:P
Sebenernya tayangan ini sempat ditayangkan di Indosiar tapi gw ga bakal ngebahas kenapa si Elshinta menayangkan kembali acara ini dan kenapa Elshinta sering banget nge-rerun acara - acaranya Indosiar. Intinya "Hati Nurani" menggambarkan kehidupan orang - orang yang termasuk kaum marginal di seluruh pelosok Indonesia dan kesulitan hidup yang menyertainya dengan harapan pemirsa dapat sedikit memberikan rizkinya untuk saudara - saudara kita tersebut.
Episode malam itu menarik perhatian gw. Kehidupan sepasang suami istri yang ditimpa cobaan berat. Selain mereka berdua termasuk miskin, sang istri juga didera kelumpuhan permanen. Kedua kakinya lumpuh dan tidak bisa bebas beraktivitas. Hari - hari sang istri cuma dihabiskan di atas tempat tidur. Dan hal ini sudah berlangsung selama 10 tahun.. dan ga berubah sampai saat ini. Kelumpuhan sang istri diakibatkan proses kelahiran putra bungsu mereka yang tidak berjalan sesuai rencana. Ketika melahirkan kondisi sang istri yang lemah dan mengakibatkan si jabang bayi tidak bisa diselamatkan. Karena kondisi yang sangat lemah pasca melahirkan akhirnya sang istri pun menderita kelumpuhan.
Gimana dengan sang suami? Semenjak istrinya menderita kelumpuhan, otomatis yang merawat sang istri adalah suaminya sendiri. Hari - hari sang suami dihabiskan dirumah dan dia tidak bisa pergi bekerja karena harus merawat sang istri. Kehidupan ekonomi mereka pun akibatnya jadi terganggu, karena sang suami tidak bisa pergi mencari nafkah karena harus selalu menjaga sang istri. Dari mulai memandikan istri, mengantarkannya buang air kecil sampai membersihkan istrinya setelah sang istri (maaf) buang air besar semua dilakukan sang suami tanpa sedikitpun mengeluh dengan kondisi istrinya. Hal ini dilakukannya tiap hari, selama 10 tahun. Adegan membopong istri oleh si suami itulah yang membuat gw trenyuh...
dan dari hal inilah gw bisa melihat apa itu yang dinamakan "Kesetiaan"...khususnya pada pasangan.
Sebuah kalimat indah yang butuh kebesaran jiwa untuk melakukannya. Hanya orang - orang yang tulus ikhlas yang bisa menjalankan kesetiaan itu. Dan sang suami tadi adalah salah satu guru pembelajar yang baik buat kesetiaan. Buat kita semua.
Kadang, kita (gw khususnya) banyak belajar pada orang - orang yang notabene dicap miskin akan makna kehidupan. Gw juga kadang - kadang miris ngeliat infotainment yang dipenuhi tingkah polah artis yang ga bs diteladani. Apalagi yang berkenaan dengan kawin - cerailah, nikah sirri lah, and else...Dan parahnya lagi, tayangan infotainment itulah yang sering diliat rakyat Indonesia! :D Ibarat brain washer yang mencuci otak setiap orang yang menonton infotainment dan menganggap perceraian adalah hal yang lumrah ... Wah, makin salah kaprah. Makin langka lah yang namanya kesetiaan. Sempet kepikiran ga kalo jaman dulu kyknya orang yang cerai itu dikit banget yah.. kok makin millenium orang yang cerai malah makin banyak? Tanya kenapa? :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
mungkin,,,,mungkin Loh,,,,
BalasHapusefek dari LIBERALisme :)
jaman doLo bukan gak ada seLingkuh
jaman doLo bukan gak ada KDRT
jaman doLo bukan gak ada Bosan
jaman doLo bukan gak ada MenyesaL merit
jaman dolo bukan gak ada yang menyerah...
tapi saat sekarang ini "semakin MUDAH memberontak".
wanita yg di marahin dikit nuntut cerai
Laki yang gak dibikinin kopi,,pengen cerai
asuransi mobil baret gak diurus,,,cerai.
pulang teLat dikit maen ama temen,,cerai
ah,,,,ENTAHLAH ;p
beLon pernah merit sey,,,hehehe
hmm...sometimes sebenernya ga perlu miskin atau menderita untuk setia...tp terkadang kita manusia memang perlu di uji....
BalasHapusbetoL :)
BalasHapusberLimpah duit ajah tetep korupsi
pasangan 'sempurna' secara duniawi ajah ttp seLingkuh
apalagi gak yah,,,hehehe