By Ichwan
What's the meaning of the kamsud sich?
Hati gw emang akhir - akhir ini lagi gatel. Bukan karena ada serangga lagi menclok di dalem organ hati, juga bukan karena ada orang yang tiba - tiba bikin gw gondok. Tapi, ini berkaitan tentang jalan hidup gw nanti.
Gw pengen melakukan pekerjaan yang bener - bener gw suka! yang bener - bener gw demen! Entah gw bisa digaji atau engga dengan pekerjaan ini tapi gw pengen ngelakuinnya sepenuh hati. Pada dasarnya gw suka dengan hal - hal yang berbau kreatifitas dan design. Semakin gw gali jati diri gw, semakin mengertilah gw kalo sebenernya gw ini tipikal orang yang ingin selalu "mencipta" sesuatu yang baru. Design! Design dan Design!
Gw suka yang namanya "Ilustrasi". Gw suka yang namanya "Character Design". Gw suka yang namanya "Animasi". Pokoknya everything about design grafis atawa digital arts, gw suka! Tapi kenapa ya sampe saat ini gw bukan jalan kearah yang gw suka. Kenapa dari dulu gw ga memperdalam ilmu - ilmu itu? Why?
Gw malah menjalani pekerjaan kantoran dan rutinitas yang membuat diri gw seakan semakin tua dan seperti berjalan di tempat. Padahal Allah SWT udah ngasih bakat / gift secara cuma - cuma buat kita. Gratis lagi. Kita sebagai manusia hanya tinggal memanfaatkan gift itu sebaik - baiknya. Tapi kadang kita terlampau takut untuk mengakui bakat kita sendiri. Kita terlanjur mengalir dan hidup dengan impian orang - orang dan bukan impian kita sendiri. Akhirnya, banyak dari kita menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri. Bekerja dengan beban yang berat walaupun salary yang didapat cukup besar. Bangun pagi - pagi buta melakukan perjalanan ke kantor sambil bermacet - macet ria di jalan menghabiskan usia, pulang sore bahkan larut malam. Jarang ketemu keluarga. Muka semakin keriput, garis- garis mata semakin banyak, usia semakin merambat...30, 35, 40,45, 50, 55 tahun...Ga kerasa.
Sudah bahagiakah kita?
Okelah, sebagian kita kerja di gedung - gedung megah. Lokasi kerja pun sangat prestise -Golden Triangle. Sudirman-Thamrin-Kuningan. Sambil berjas dan berdasi. Punya tentengan notebook model baru. Gadget yang beraneka rupa dan harganya jutaan. Gaji jutaan, bonus berlimpah, tunjangan kesehatan terjamin. Bagi yang suka dengan kehidupan kantor yang seperti itu pasti tidak ada masalah, tapi ada juga yang terkungkung dalam rasa kebosanan yang akut dan beban yang sangat berat. Waktu seperti terbuang percuma. Usia seperti terlalu cepat merambat...
Bagi yang hidup di kota besar seperti Jakarta, keadaan semrawut, macet dimana - mana, belum lagi banjir, panas, asap tebal kopaja nyelip di idung, bagi yang punya kendaraan main salip-salipan sama metromini udah bukan barang baru bikin aliran darah naik dan peluang kena darah tinggi makin besar. Ini yang menambah daftar ketidak-nyamanan seorang pekerja kantoran..
Gw sering "memperhatikan" dan "mendengarkan" dalam benak pikiran gw, senior-senior di kantor gw yang udah lamaaaa banget kerja di kondisi kantor seperti itu. Gw terus terang sangat hormat dengan mereka dengan dedikasinya ke perusahaan. Bertahun-tahun mengabdi. Usia merekapun banyak dihabiskan di kantor. Rambut juga sudah mulai banyak ditumbuhi uban pertanda usia sudah tidak lagi muda. Mereka pun masih juga terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan stamina pikiran yang seharusnya dibebankan kepada yang lebih muda. Apakah nanti pas gw tua akan seperti itu juga?
Itu yang bikin hati gw gatel. Ditambah lagi artikel tentang lentera jiwa yang semakin mengusik hati gw. Mengusik passion hidup gw yang sekian lama terkubur menanti untuk dibongkar.
"Life it's not about others, it's about you.."
Kutipan sang motivator Mario Teguh semakin mempertegas bahwa memang kita tidak sedang berada di kehidupan orang lain, tapi kita hidup di kehidupan kita sendiri. Jadi kenapa harus menjadi orang lain. Kita adalah kita. Kita adalah unik. So, jangan habiskan waktu untuk "menjalani kehidupan orang lain". Jangan pikirkan anggapan orang lain tentang kita, selama kita masih berada dalam jalan kebenaran dan kita pun sangat enjoy dan cinta untuk menjalaninya.. why not?
Buat gw sendiri dan buat semua orang yang gerah akan hidupnya dan ingin melakukan sesuatu yang luar biasa dari biasanya. It's time to wake up, guys!
For my lovely wife, dukung saya yah! :D
Love you.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ending-nya itu loooch.. so sweet.. ciyee Dhee ;) hehehe..
BalasHapushhmm...we have discussed bout this before,right? me still on my opinion...semua terserah kamu asal hidup kamu nyaman :) tp jangan lupa juga sama kita (iihh GR kyk udah punya anak aja :P) follow the lantern of heart is good....but evrything need deep thinkin' , deep planing, and deep calculation (not always about number but also the risks...positive and negative)
BalasHapusciayooo!! ;;)
love you too :*
ihihihi jadi maluuww sama dinaa :"> hayuuu cepet nikaahhh ;;)
BalasHapus