By IchwanSebuah kebahagiaan besar ketika sepasang suami istri di anugerahi sang Khalik seorang buah hati ... penyatu jiwa, cinta dan masa depan. -by ichwan-
Sabtu pagi ketika gw baru leyeh - leyeh abis sholat subuh dan sempat terlelap kembali sebentar, istri tercinta membangunkan gw. Gw yang masih seperempat nyawa dan masih samar - samar menanggapi Dhee dengan agak goyang.
"Kayaknya, saya hamil kuwp*.." Dhee sambil menggoyang - goyangkan badan gw yg masih rebahan.
"Heeeee..?" notabene gw kaget plus dengan mulut ternganga tapi masih setengah sadar. "Alhamdulillah..." sambil gw peluk istri gw tersayang :D
Sebenernya, beberapa hari ini gw sempat harap - harap cemas. Karena apa? Soalnya dhee udah telat lebih dari seminggu. Tapi gw ga mo ke-GR-an dulu soalnya istri gw masih dalam proses antara mau dapet atau engga. Akhirnya untuk memastikan, Dhee membeli test pack uji kehamilan. Tapi, gw sempet ngomong ke dia "Ngetest nya nanti aja, tunggu seminggu lagi.." Maksudnya siy biar lebih memastikan lagi apakah dia tiba - tiba dapet. Tapi gw feeling siy, ga bakalan dapet. Wong, udah telat lebih dari seminggu. :D
Eits, ga taunya dengan inisiatif sendiri Dhee sabtu pagi kemarin ngetest test packnya. Dan hasilnya Alhamdulillah positif. I am going to be a father...*terharu*
Siangnya, gw dan Dhee memutuskan pergi ke Rumah Sakit Islam Jakarta untuk lebih meyakinkan kami berdua. Dan memang, Dhee positif mengandung janin berusia + 4 minggu.
Alhamdulillah ya Rabb, mudah2an kami berdua bisa menjaga janin ini hingga nanti saatnya tiba.
Mulai sekarang, gw dan Dhee harus banyak - banyak menimba ilmu menjadi orang tua. Gw berdua harus pandai - pandai menjaga sikap, perilaku dan omongan. Gw pernah denger di suatu majelis pengajian dan beberapa testimoni bahwa perilaku anak merupakan cerminan perilaku orang tuanya saat masih di dalam kandungan. Ada pelajaran baik dari Lukman (seorang yang bukan Nabi bukan pula seorang Rasul namun namanya diabadikan didalam Al-Qur'an) akan wasiatnya kepada anak - anaknya...
Surat Luqman, ayat 13: Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar - benar kezaliman yang besar". (13:31)
Nak, jika Allah mengizinkanmu lahir ke dunia jadilah engkau anak yang berbakti kepada orang tua, sayangi sesamamu dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sebanyak - banyak orang lain..
Amiiin.
note:
* : panggilan sayang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar